Postingan

KESEMUAN YANG NYATA

Gambar
Akhwaty fillah…
Dunia maya yang merupakan ruang semu dapat memberi makna dan pengaruh yang nyata. Fatamorgananya dapat dirasa oleh setiap individu yang meluncur didalamnya. Terkadang, ia berkamuflase menjadi kafein yang memberi rasa candu para penikmatnya. Dunia maya, sarang sosial media nan eksotis dengan berbagai aplikasinya. Melihat media sosial yang meruyak ke khalayak masyarakat di era digital ini, menjadi acuan utama dalam segala hal. Tak memandang tua, muda, pejabat, rakyat pribumi, kaum venus maupun mars tertarik pada dunia maya dengan segenap aplikasinya.
Gelar muslimah yang telah tersandang pada diri kita menuntut kita untuk merealisasiakan adab dalam bersosialisasi, sekalipun hanya melalui sosial media. Beradab, berakhlak, bertutur kata dengan bahasa nan indah namun penuh norma. Memilah-pilah lautan ilmu pengetahuan patut kita senantiasakan, meninggalkan riak-riak ombak syubhat dan syahwat yang senantiasa menderu. Menancap kebijakan dalam diri agar kebajikan yang didapat, lup…

REMEMBER IT...!

Gambar
سبحان الّذي يسبّح الرّعد بحمده والملائكة من خيفته
Langit mulai gelap tertutup awan mendung yang semakin memekat. Pertanda musim hujan mengawali haknya. Pergeseran cuaca kali ini cukup membuat sebagian masyarakat terjangkit demam, flu dan sejenisnya. Tak jarang, saat hujan turun kemuka bumi ini didampingi oleh guruh nan gemuruh dan kilat yang menyala-nyala. Tak sedikit dari kita dikejutkan oleh suara guruh yang begitu menderu, bukti keagungan Rabb pemilik kekuasaan semesta. Rasa takut, terkejut seketika menjadikan hati dan badan gemetar, tak kuasa berlaku apapun.
Tak sedikit diantara kita yang berteriak lantaran terkejut mendengar gemuruh yang berseru. Setiap kali melihat fenomena ini, selalu teringat pesan ayah dalam suatu peristiwa yang begitu melekat dalam benak dan mungkin tak akan terlupakan. Hujan deras mengguyur daerah kami sore itu. Seketika kilat menyala disusul dengan gemuruh yang yang begitu dahsyat. Tanpa berfikir panjang, ibu dan keempat anaknya waktu itu beranjak memeluk…

MEMAAFKAN

Gambar
“Apakah ini suatu pengkhianatan? Atau aku yang terlalu melancolis mba’?” Tanya seorang gadis paruh baya padaku ketika kami sedang duduk dibangku tepi jalan kota.
Langit sudah menampakkan mega senjanya, mataharipun sudah mulai menenggelamkan separuh dirinya. Ramainya jejalan kota dan hiruk pikuk pengunjung kota senja itu menenggelamkan kesedihan gadis itu. Wajahnya murung, padahal ia begitu terlihat riang ketika hendak menyambut datangnya hari itu. Peristiwa pagi itu menjadi awal kemurungannya meskipun sesekali ia sembunyikan dengan gelak tawa dan gurauan pada teman-temannya, yang pada kenyataannya penuh dengan keterpaksaan.
Perjalanan yang awalnya sangat ia harapkan menjadi membosankan membuatnya tak peduli dengan indahnya panorama alam yang terlukis sepanjang jalan. Pagi itu langit mendung, melukiskan perasaan yang baru saja bersemayam dihatinya. Ia menatap jendela dengan kosong, entah apa yang menari-nari dalam pikirannya. Seorang temannya menyeletuk “udah, tinggalkan sementara beban …

LANGIT...

Gambar
 Langiit... Beberapa tahun ini, aku hanya bisa mengikuti gradasi birunya. Aku tak tau makna dalam kecerahan yang ia pancarkan, boleh jadi ia menyembunyikan kesedihannya dalam bulir-bulir air di awan. Hujan yang ia turunkan, tidak selamanya ungkapan kesedihan yang ia rasakan. Boleh jadi merupakan luapan kasih yang ia bagikan pada bumi dan penduduknya.  Aku tak tau semua makna yang telah terlukis pada hari-hari yang telah berlalu. Aku tak mungkin bisa menjelajahi seluruh isi langit. Kemampuanku terbatas, hanya Allah yang mengetahui segala yang tak terindra. Aku hanya bisa memandang, melihat dari kejauhan apa yang terindra oleh penglihatanku. Hanya melihat dan memandang, bukan menatap. Retinaku tak sanggup untuk menatap langit, rasa maluku mengalahkan rasa ingin tahuku.  Hingga muncullah sebuah rasa dalam hati untuk langit. Rasa yang tak diketahui oleh orang lain. Tak terbahasakan namun terkadang terindra melalui tingkah lakuku. Aku tak pernah mengungkapkannya pada langit. Aku pun tak ta…

BAPEEER...??

Gambar
Tanggal tujuh bulan ke tujuh tahun dua ribu tujuh belas, tanggal cantik ini laku banget bagi pasangan yang ingin menghalalkan dirinya dengan separuh hatinya. Hmmt, yang lagi booming nih.. Pasangan mas Muzammil sama mba' Sonia yang telah melaksanakan sunnah Rasulullah di hari tersebut.  Wuiih, tak disangka ternyata begitu banyak wanita diluar sana yang merasa bapeer yang over ketika pengesahan akad nikah terlaksana. Memang kudrat wanita baperan, saya sendiri mengakui kog. Bukan hanya sampai disitu aja, bahkan ada yang sampai patah hati sampe nagis-nangis gitu...:D (eh, uups..) Sampe meme yang mengungkapkan sakit hati, baper dan yang sejenisnya bertebaran di medsos. Nggak yang muda, dewasa, sampe emak-emak pun ikut posting. MaasyaaAllah.. Apa gunanya, ikut berkecimpung dalam ketenaran yang menurut saya pribadi kurang bermanfa'at. 
Buat kita, para perempuan yang mungkin merasa patah hati: "Apa kita sudah mempersiapkan diri untuk menjadi pendamping hidup mas Muzammil? Apakah…

SALAH FAHAM

Gambar
Matahari mulai meninggi tepat diatas kepala. Sinar matahari mulai menyengat kulit walau telah terbungkus oleh sarungnya. Jejalan kota di hari ahad tempo lalu semakin meramai. Mengingat hari libur yang hendak usai. Hiruk pikuk manusia membuat jejalan kota padat oleh kendaraan bermotor. Tak kalah jalur mobil yang dipenuhi mobil berjalaran dijalan. Tepat dipersimpangan jalan kota, sering sekali terjadi kesalah fahaman antar pengendara.Yah, begitulah jejalan yang selalu dipadati oleh pengendara bermotor maupun mobil. 
Ketika lampu merah dari salah satu persimpangan, salah satu dua motor maupun mobil sudah berada di tengah-tengah persimpangan. Lantaran keterlanjuran jalan, seketika lampu berganti merah. Mau tidak mau melanjutkan lajunya begitu saja. Sedangkan dari arah persimpangan yang lain, lampu yang awalnya merah berganti menjadi hijau. Secara naluri seorang manusia, karena menghargai laju motor dan mobil yang berada ditengah persimpangan yang berbeda arah tadi. Siulan klakson pun panja…

SECARIK PESAN DARI AYAH

Gambar
Seorang teman sebaya mendapat pesan singkat dari ayahnya. Begitu mengharukan ketika membaca ikut membaca pesan ayahnya. Teringat ayah yang selalu merasa kurang didepan kita dan menginginkan anak-anaknya menjadi lebih hebat dari beliau. Begitu cintanya pada kita, hingga menginginkan seorang pendamping untuk kita lebih baik dari beliau. Yang dapat menggantikan semua tanggung jawab yang telah beliau emban selama ini. Sungguh berat, melihat pengorbanan yang telah beliau lakukan. Penjagaan beliau pada anak perempuannya terutama begitu hati-hati, yang terkadang begitu ketat. Seiring berjalannya waktu, dimana kita telah beranjak dewasa diajak untuk berfikir dalam mengahadapi problematika kehidupan. Dibimbing agar berfikir bagaimana menjalani kehidupan yang sesungguhnya ketika beliau tidak lagi bertanggung jawab atas kita.  Ayah, cintanya memang tidak pernah teucap melalui kata-kata. Namun, kita dapat merasakannya dengan segala macam perilaku beliau kepada kita. Larangan beliau ketika kita h…